Sejarah IAI-N Laa Roiba

Institut Agama Islam Laa Roiba merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia. IAI-N Laa Roiba berdiri pada tanggal 22 Februari 1993 yang diprakarsai oleh Drs. H. Upaya Satari, Drs. KH. Sihabudin, M.A., Drs. H. Hasbullah, H. Mubarok, S.E., dan Drs. H. Djupri Jamaludin, M.Pd.

Pada awalnya IAI-N Laa Roiba merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berbentuk Sekolah Tinggi yang memiliki jurusan Tarbiyah dan Syariah. Seiring berjalannya waktu dan komitmen Laa Roiba dalam rangka ikut berperan serta dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa, Yayasan Pendidikan Laa Roiba mentrasformasikan perguruan tinggi dari Sekolah Tinggi Agama Islam menjadi  Institut Agama Islam. Berdasarkan keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam tertanggal 22 Desember 2016 Nomor 7234 tahun 2016/22 Rabiul Awal 1438 H. Ditetapkan perubahan nomenklatur dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Laa Roiba ke Institut Agama Islam Nasional (IAI-N) Laa Roiba. Institut Agama Islam Nasional (IAI-N) Laa Roiba menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan mewujudkan kesatuan empat aspek pendidikan, yaitu  Aspek Spiritual, Aspek Afektif, Aspek Kognitif, dan Aspek Psikomotorik secara holistik. Di dalam komunitas akademik, Institut Agama Islam Nasional (IAI-N) Laa Roiba menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada masyarakat dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh etika akademik.