Resmi : Peluncuran Komunitas Jurnal TEA-TALK

Terima kasih atas dukungan Jajaran Rektorat, khususnya Ibu Rektor Yanti Hasbian, M.Pd dan Team Pascasarjana yang luar biasa menyiapkan agenda peluncuran Komunitas Jurnal Tea-Talk. Prof.Dr. Imam Thalkhah yang menyampaikan arahan. Serta Dr. Ahmad Maulidizen yang telah mengetuk palu peresmian.

Terima kasih pada Dr.Hendri Tanjung yang berkenan saya culik menjadi nara sumber.

Terima kasih pada Alumni Mahasiswa Pasca dan Mahasiswa yang tengah aktif dan Dosen yang hadir.

Komunitas Jurnal Tea-Talk adalah wadah diskusi dan curah gagasan untuk menghadirkan perkembangan ilmu terkini yang diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi pada artikel ilmiah.

Hari ini sebagian dari kita mungkin melihat Revolusi Industri itu seperti kita melihat kebakaran di kampung tetangga. Kita melihat apinya, melihat asapnya, melihat hilir mudik orang.”Oh, Revolusi Industri ya, oh… oke”. Tetapi kita lupa bahwa kita sebenar sudah terkepung dalam api revolusi industri 4.0 sayangnya kita tidak merasa panas. Sehingga kita tidak bersiap diri. Ruang-ruang diskusi ini memberi kita awerness terhadap apa yang tengah terjadi,yang kita sadari ataupun yang belum kita sadari sehingga kita paling tidak mampu bersiap diri dan tahu harus bagaimana menghadapinya.

Meski temanya adalah Dampak Revolusi Industri 4.0 bidang ekonomi dan pendidikan, saya memberi lebih ruang untuk solusinya. Jika kondisinya x, maka solusinya bisa a, b, c. Maka disini akan merangsang muncul ide-ide segar, solusi sederhana tetapi bergas. Ruang inilah yang kita butuhkan untuk melatih critical thinking dan creative thinking. Dua kemampuan yang harus dimiliki menghadapi perubahan yang berlompat-lompat.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk berselancar di masa Revolusi Industri 4.0.

Di bidang ekonomi sharing economi menjadi fondasi baru dalam berbisnis.

Di bidang pendidikan, banyak pertanyaan yang harus terjawab. Ilmu apa yang akan dibutuhkan dimasa depan.Muatan apa yang harus kita siapkan untuk membangun 4 karakter masa depan.

Fenomena Kampus-kampus sepi, tetapi cafe ramai. Membuat kita harus berani melakukan metamorfosis ruang-ruang kelas layaknya cafe yang nyaman. Banyak sekali problem yang jika digali dan didiskusikan memancing pemikiran solutif menghadapi IR 4.0.

Saatnya kita bersiap diri berada dalam api Revolusi Industri 4.0.

Aah … senangnya berada di majelis ilmu, komunitas ilmu yang memberi kepuasaan intelektual.

Oleh: Dr. Amie Primarni

Brosur S1 & S2 IAI-N Laa Roiba Bogor
Acara Wisuda