Gurubesar UIN Bandung: Dosen Kunci Perbaikan Kualitas PT

Bogor, Laa Roiba — Gurubesar UIN Sunan Gunung Jati Bandung Prof Dr Nanat Fatah Nasir mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi negara besar. Perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran signifikans untuk mewujudkannya, dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas partisipasinya.
”Mari kita songsong potensi itu menjadi realitas. Caranya, dapat dimulai dari peningkatan kualitas perguruan tinggi kita. Peran dan kontribusi PT selalu ditunggu.” ungkap Prof Nanat dalam Rakor Dosen dan Karyawan IAI-N Laa Roiba di Kampus Cibinong, Bogor, Sabtu (21/9).
Ketua Senat Gurubesar UIN Bandung, mengajak para dosen untuk selalu berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas keilmuawannya. ”Dosen adalah kunci perbaikan kualitas perguruan tinggi. Dosen tak boleh berleha-leha, tapi harus berperan aktif menyongsong perubahan Indonesia menjadi negara besar,” tegasnya.
Dalam arahannya, Prof Nanat juga mengajak dosen dan karyawan Laa Roiba untuk memgambil hikmah pelajaran dari orang-orang hebat. Ibu Een di Sumedang tampil menjadi guru yang luar biasa. Puluhan tahun dia setia mengajar, meskipun harus berbaring di tempat tibur. Pak Marinus di Papua juga tetap aktif mengajar meski kakinya sakit kena penyakit kaki gajah. Kemudian, Bang Jek, tukang parkir di Bandung, bisa mendirikan yayasan dan membangun sekolah.
Menjadi guru atau dosen di perguruan tinggi adalah profesi mulia. Melalui profesi ini, jelas Prof Nanat, kita bisa menghadirkan tiga kebaikan yang abadi eksistensinya. Ini sesuai hadis Nabi Muhammad SAW bahwa jika anak Adam meninggal dunia, semuanya akan terputus kecuali tiga hal: ilmu yang bermanfaat, amal (shodaqoh) jariyah, dan anak sholeh yang selalu mendo’akan orangtuanya.
”Alhamdulillah. Subhanallah. Prof Nanat begitu semangat, memberi inspirasi dan motivasi kepada kita. Maka, mari kita sama-sama berjuang, terus mengabdi demi masa depan kita dan demi syiar dakwah Islam,” ungkap Rektor IAI-N Laa Roiba, Yanti Hasbian Setiawati.

Acara pertemuan koordinasi sengaja kita adakan untuk membangun sinergi, silaturahim dan berdiskusi untuk kemajuan kampus kita ke depan. ”Saya mengajak para dosen dan karyawan, sama-sama menguatkan komitmen sebagai modal dasar untuk membangun perbaikan dan kemajuan yang berkesimabungan.”
Rektor Yanti menegaskan bahwa semua orang dituntut untuk berkomitmen. Bukan pada orang, melainkan kepada amanah dan tugas yang diembannya. Tugas kita, dimana pun posisinya, tidak pernah berakhir. Tak ada batas waktu. Amanah harus dijaga dan dipertanggungjawabkan, dunia akhirat. Mari kita jaga dan perkuat komitmen itu agar tujuan tercapai.”
Rektor IAI-N Laa Roiba mengajak para dosen dan karyawan untuk berkomitmen pada tugas dan amamnahnya masing-masng. ”Selain 1300 mahasiswa yang sudah ada, tahun ini ada 243 mahasiswa baru. Semuanya perlu dijaga dan dibina agar bisa menyelesaikan studinya secara tepat waktu dan tertib administrasi. Tolong, fungsi dosen selaku pembimbing akademik dimaksimalkan agar selalu semangat menuntut ilmu, sehingga semuanya berjalan baik dan lancar.”
Yanti menyatakan rasa syukurnya: ”semakin hari makin terlihat peluang besar ke depan. Banyak langkah dimudahkan jalannya. Ada tawaran dan bantuan kerjasama. Alhamdulillah, berkat kerjasama banyak pihak, termasuk keikhlasan pendiri perguruan ini, pintu-pintu rezeki selalu terbuka membawa banyak keberkahan.’

Pada Rakor bertema “Meningkatkan Kinerja, Profesionalitas dan Kinerja” juga dipaparkan Program LPPM oleh Ir H Dedi Junaedi MSi, pengembangan SDM oleh Faisal SE MM, dan kuliah motivasi oleh Abu Aly M.Ud.

Usai Rakor di Kampus Cibinong, Rektor IAI-N Laa Roiba — didampingin Direktur Pascasarjana Dr HM Djaenudin dan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam Dr Amie Primarni — melanjutkan acara ‘pembukaan perkuliahan pasacasarjana di Kampus Leuwiliang, Bogor. [DJ]

Hafiz Maroko Tertarik Belajar di IAI-N Laa Roiba
Dubes Pakistan: Mahasiswa Peduli Kemanusiaan, Termasuk Muslim Kashmir!