Khutbah Gerhana Prof Nanat: Kita Setitik Debu pun Tidak, Ngapain Sombong?

Bogor, Gontornews — IAI-N Laa Roiba menyelenggarakan shalat gerhana matahari berjamaah di Aula Pascasarjana Kampus Cibinong, Bogor, Kamis (26/12).
Diawali shalat dhuhur, prosesi sholat gerhana berjamaah diimami Ir H Dedi Junaedi MSi dengan khotib Prof Dr Nanat Fatah Nasir. Acara dimulai pukul 12.15 hingga pukul 13.30 WIB.

Dalam khutbahnya Prof Nanat yang juga Gurubesar UIN Bandung ini mengatakan bahwa gerhana adalah peristiwa alam langka yang menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah.
“Kita dibanding bumi yang hanya setitik debu, bumi dibanding matahari juga tidak apa-panya,” ungkapnya.

Matahari, jelas Gurubesar UIN Sunan Gunungjati Bandung, hanyalah satu dari 250 milyar bintang yang ada di gugusan galaksi Bima Sakti. Alam semesta terdiri dari lebih 300 milyar galaksi. Setiap galaksi terdiri 1-250 milyar bintang. Jarak antar galaksi paling dekat puluhan juta tahun cahaya. Kecepapatan cahaya 300.000 km per detik. “Bayangkan berapa besarnya alam semesta. Allahu Akbar!”

Para ilmuwan seperti Paul Hubble dan Albert Enstein, meskipun bukan Muslim, pada akhirnya mengakui bahwa alam semesta yang sudah berusia 15 milyar tahun cahaya dan besarnya luar biasa itu tidak mungkin berdiri sendiri. Kata mereka, pasti ada yang mengaturnya, Dialah kekuatan yang Maha Besar, Maha Cerdas, dan Maha Teliti.

“Jika kita tahu dan sadar betapa kecilnya kita, lantas mengapa manusia harus sombong dan arogan. Tak ada lagi yang bisa dibanggakan? Qarun yang maha kaya, akhirnya musnah tak berbekas tenggelam ditelan bumi. Fir’aun yang jumawa akhirnya mati tenggelam di lautan!”

Maka, peristiwa gerhana matahari sepatutnya menjadi momen kita untuk instrospeksi diri, betapa kecil dan tak berdayanya kita dibanding alam semesta, apalagi di hadapan Allah yang Maha Akbar, tegasnya.

Rektor IAI-N Laa Roiba Yanti Hasbian Setiawati mengajak seluruh civita akademika di kampusnya untuk mengambil hikmah dan ibrah dari peristiwa gerhana matahari ini. “Semoga kita semua bisa menjadi hamba Allah pandai bersyukur dalam keadaan apa pun, di mana pun,” pubgkasnya.[dj]

The Essence of Why
Prof Dr Abdul Hye PhD: Al-Qur'an Sumber Inspirasi Sains dan Peradaban