IAI-N Laa Roiba Siapkan Insentif Dana Riset

Bogor, Laa Roiba — Untuk mendorong ghairah penelitian di lingkup dosen internal, IAI-N Laa Roiba menyiapkan insentif dana riset. ”Insentif dana riset in sha Allah akan disiapkan mulai semester ganjil 2019,” kata Rektor IAI-N Laa Roiba, Yanti Hasbian Setiawati.
Dalam Rakor Dosen dan Karyawan Laa Roiba di Cibinong, Bogor, Sabtu (21/9), Rektor IAI-N Laa Roiba menyatakan bahwa dari segi kuantitas kapasitas dosen relatif memadai untuk melakukan riset ilmiah. ”Ada 50% dosen di IAI-N Laa Roiba sudah memiliki jabatan fungsional lektor. Kemudian 40% dosen tetap juga sudah lolos sertifikasi dosen. Ini modal yang baik untuk meningkatkan tradisi ilmiah di kampus perjuangan ini,” tegasnya.
Meski angkanya lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, Rektor Yanti mengakui bahwa nilai dana riset yang disediakan belum besar. ”Kami sebenarnya ingin memberi lebih dari itu, Tetapi, ada keterbatasan dan skala prioritas. Anggaran terbesar masih dialokasikan untuk mendukung kegiatan perkuliahan. Sementara untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sifatnya baru stimulus, sekadar insentif tanda kami peduli dan punya niat untuk meningkatkan budata riset,” jelasnya.
Secara institusi, tambah yanti, insentif dana riset akan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). ”In sha Allah ini dana stimulis penelitian akan diadakan setiap semester. Angkanya, semoga juga bisa terus ditingkatkan seiring dengan kemampuan lembaga,” ungkapnya.
Selain mengawal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, LPPM juga akan menjadi fasilitator pengelolaan jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh IAI-N Laa Roiba, baik jurnal lembaga, jurnal fakultas maupun jurnal program studi.
Menurut Kabid Penelitian LPPM, Ir Dedi Junaedi M.Si, dana insentif peneltian dapat diakses oleh dosen IAI-N Laa Roiba secara kelompok. ”Satu kelompok terdiri dari dua atau tiga orang dosen. Ketua Tim riset masing-masing kelompok diutamakan dosen yang sudah memiliki jabatan fungsional lektor. Untuk dosen pascasarjana boleh melibatkan mahasiswa dalam tim risetnya,” jelasnya.
Dosen IAI-N Laa Roiba yang berminat, tambah Dedi Junaedi, ”dipersilakan daftar ke LPPM dengan memgajukan Proposal Penelitian secara fisik maupun online. Waktunya dibuka mulai 23 September sampai 15 Oktober 2019.”

Tema riset meliputi kajian/pemikiran/analisis akademik masalah aktual bidang pendidikan, dakwah Islam, ekonomi bisnis Islam, dan konseling keluarga milenial. Penelitian dapat berupa penelitian primer (peneltian lapangan), atau penelitian sekunder (studi pustaka). Sifat penelitian dapat kuantitatif atau kualitatif.
Setelah proposal masuk, Tim Penilai Proposal akan melakukan proses seleksi untuk memilih enam proposal terbaik. ”Yang terpilih berhak mendapat bantuan dana riset, nilainya 1,5 – 2,5 juta per judul proposal riset,” ungkap Kabid Penelitian LPPM. Tim Penilai Proposal akan terdiri dari Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, LPPM dan LPJM.
Tim terpilih, akan diumumkan tanggal 20 Oktober, diharakan dapat menyelesaikan penelitiannya selama 45 hari. Mereka harus melaporkan hasilnya pada periode 15-20 Desember, dalam bentuk laporan hasil penelitian dan makalah siap muat jurnal ilmiah. ”Harapannya, makalah ilmiah sudah dapat terbit di Jurnal Akhir 2019 atau Awal 2020.”
Ketentuan lebih lanjut soal Program Insentif Dana Riset Laa Roiba, termasuk Format Proposal Penelitian, Laporan Hasil Penelitian, dan Makalah Jurnal, dapat diminta di LPPM IAI-N Laa Roba atau dapat dilihat di situs www.al-kharaj.net atau didownload di sini. Pengajuan proposal disampaikan langsung ke LPPM pada hari kerja atau diemail ke lppm-laaroiba@al-kharaj.net. [DJ]

IAI-N Laa Roiba Luncurkan Komunitas Cinta Penghijauan dan Komunitas Cinta Al-Qur'an