IAI-N Laa Roiba Berupaya Lahirkan Generasi Ulul Albab

Bogor, Laa Roiba — IAI-N Laa Roiba berupaya maksimal untuk melahirkan generasi ulul albab. “Generasi yang pandai berdzikir dan bertafakur membaca ayat-ayat qauliyah dan kauniyah,” kata Rektor IAI-N Laa Roiba di Bogor, Senin (24/2).

Insitut Agama Islam Nasional (IAI-N) Laa Roiba Senin (24/2) merayakan Milad ke-25 sekaligus wisuda sarjana dan pascasarjana tahun ajaran 2019/2020. Acara berlangsung di Braja Mustika Bogor, Senin (24/2), dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhajir Effendi MAP (diwakili Deputi Menko Prof Agus Sartoni karena menko mendadak dipanggil Presiden), Koordinator Kopertais Wilayah 2 Jabar Banten Prof. Dr. KH Mahmud M.Si, Bupati Ksbupaten Bogor Ibu Hj Ade Yasin SH MH, Ketua Dewan Penyantun sekaligus Wakil Bupati Bogor Bapak H. Iwan Setiawan SE, Ketua Yayasan Pendidikan Laa Roiba Ery Subaery Ahmad M.Pd, serta Prof Dr Hj. Endang Caturwati MS yang tampil memberi orasi ilmiah.

Rektor IAI-N Laa Roiba Yanti Hasbian Setiawati dalam sambutannya menyatakan bahwa Milad ke-25 IAI-N Laa Roiba Wisuda tahun ini bersamaan dengan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana IAI-N Laa Roiba Tahun 2019/2020. IAI-N Laa Roiba, meski belum matang, tapi 25 tahun adalah perjalanan yang luar biasa penting. Berkat rintisan para pendiri nya, banyak sejarah lahir dari lintasan seperempat abad ini. Ribuan sarjana dan pascasarjana telah lahir dari salah satu kampus tertua di Bogor ini. Mereka mengabdi di berbagai bidang demi memajukan wilayah Bogor dan sekitarnya.

IAI-N Laa Roiba merupakan hasil metamorfosa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Laa Roiba yang berdiri pada tanggal 22 Februari 1995 dengan SK Depag Nomor 102 tahun 1995. Pemrakarsanya adalah para tokoh ICMI Bogor. Antara lain almarhum Drs. KH. Sihabudin, M.A., Drs. H. Upaya Satari, Drs. H. Hasbullah, H. Mubarok, S.E., dan Drs. H. Djupri Jamaludin, M.Pd. Perubahan STAI Laa Roiba menjadi IAI-N Laa Roiba ditetapkan berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 7234 tertanggal 22 Desember 2016/22 Rabiul Awal 1438 H. Lembaga ini memiliki dua fakultas dengan enam program studi untuk program S-1 dan satu Program Magister (S2). Semua program studi sudah terakreditasi. Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma PT, IAIN Laa Roiba mengelola lima jurnal ilmiah (Mimbar Kampus, RESLAJ, Al-Kharaj, Asi-Syar’i, dan Jurnal Dirosah Islamiyah).
Untuk mendukung Tri Dhara Perguruan Tinggi, IAI-N Laa Roiba juga mememiliki beberapa lembaga ototom dan pusat—pusat studi. Antara lain Lembaga Wakaf Produktif, Pusat Studi Kehutanan dan Lingkungan, Pusat Studi Pancasila, Pusat Studi Integrasi Ilmu dan Agama, Pusat Studi Moderasi Beragama, Pusat Bisnis dan Manajemen, serta Koperasi Laa Roba.

Melahirkan Generasi Ulul Albab
Melalui visi “Menjadi Institut Agama IslamNasional yang Menghasilkan Lulusan Unggul, Berakhlaqul Karimah, menguasai riset dan Teknologi Informasi untuk Bersaing di Tingkat Nasional”, IAI-N Laa Roiba berikhtiar maksimal untuk dapat menghasilkan lulusan yang mumpuni, memiliki karakteristik generasi ulul albab. ‘’Generasi yang selalu berdzikir dalam segala kondisi, tapi juga suka bertafakur cerdas membaca tanda-tanda alam dan zaman. Generasi insan Islami yang memiliki keeimbangan antara kekuatan dzikir dan kedalaman tafakur dalam mengenali ayat-ayat qauliyah dan ayat kauniah. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Ali Imran 190,’’ jelas Yanti Hasbian.Dalam implementasinya, kurikulum ulul albab diinternalisasikan melalui empat karakter: religius, inntelektual, moderat dan entrepreneuship.

Menurut Rekto Yanti Hasbian, IAI-N Laa Roiba tak hanya pemain lokal. ‘’Kita juga mulai dikenal dan diperhitungkan di tingkat wilayah dan nasional. Sejumlah prestasi akademik dan non akademik Alhamdulillah mulai banyak diraih,’’ tambahnya.. Beberapa masuk level kompetisi dan event nasional, melibatkan dosen maupun mahasiswa. Antara lain sering menjadi juara MTQ dan Tahfidz tingkat Wilayah Bogor/Jabar, terbaik ke-3 perguruan tinggi Islam Kopertais Wilayah II Jabar-Banten, Juara III Lomba Karya Tulis Kemeristek 2015, Juara III Lomba Karya Tulis BPPT 2018, Makalah Terbaik Seminar Nasional Keuangan Negara 2018 di Kementerian Keuangan, serta Juara I Lomba Karya Tulis Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) 2019.

Ke depan, Laa Roiba juga ingin masuk ke medan percaturan di tingkat global. Setidaknya karya-karya kita sudah bisa dibaca dan dikenal komunitas ilmiah internasional. Lahirnya jurnal-jurnal online (4 dari lima sudah e-journal) bisa menjadi jembatan kita untuk membawa IAI-N Laa Roiba dari pemain lokal menjadi pemain global. Dengan kerjasama, sinergitas alumni dan mitŕa kerjasama, serta pertolongan Allah, in sha Allah ada titik terang untuk berjalan di lintasan-lintasan yang benar.
Ketua Yayasan Pendidikan Laa Roiba, Ery Subaery Ahmad, mengapresiasi jumlah prestasi dan capaian yang diraih IAI-N Laa Roiba di bawah kepemimpinan Rektor Yanti Hasbian Setiawati. ‘’Saya juga mendukung penuh segala upaya untuk mengembangkan kualitas Tri Dhara Perguruan Tinggi melalui sejumlah upaya seperti penerbitan e-journal. pendirian Lembaga Wakaf Produktif, Pusat Studi Kehutanan dan Lingkungan, Pusat Studi Pancasila, Pusat Studi Integrasi Ilmu dan Agama, Pusat Studi Moderasi Beragama.’’

Menyadari akan peran dan fungsinya di masa depan yang semakin berat, jelas Nanat Fatah Nasir, IAI-N Laa Roiba terus berbenah sekaligus berusaha menjawab tantangan zaman. Era revolusi industri 4.0 mengharuskan semua pihak berubah, menyesuaikan diri, seraya berupaya mengambil manfaat lamngsung dan tidak langsung dari keberadaan dunia yang sebga digital. Berbagai upaya tentu perlu dilakukan, termasuk bagaimana mendorong agar perguruan ini bisa tampil lebih maju, lebih baik dan bermaslahat buat lingkungannya, wabil khusus masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Untuk itu, “Yayasan terus mendukung berbagai langkah dan kebijakan sehingga muncul semangat baru untuk terus berkiprah lebih baik. Kami semua berharap, IAI-N Laa Roiba hari esok bias lebih baik segalanya dari hari ini dan kemarin,’’ tegasnya.

Ketua Panitia Milad dan Wisuda IAI-N Laa Roiba, Ahmad Riyadi, menjelaskan bahwa tahun 2019/2020, IAI-N Laa Roiba telah meluluskan 122 wsudawan dan wisudawati, terdiri 86 sarjana tarbiyah, 7 sarjana ekonomi Syariah, dan 29 magister manajemen Pendidikan Islam. Saprudin S.Pd. dan Nani Prihartini M.Pd.I lulus dengan predikat terbaik alumni IAI-N Laa Roiba 2020. .

Berencana Menjadi Universitas
Ke depan, menurut Ketua Yayasan, Laa Roiba berencana mengembangkan institut menjadi sebuah univeristas. Tentu, dengan menambah program studi dan fakultas baru. Selain tetap concern mengembangkan program studi berbasis keagaman, pihaknya juga akan membangun prodi umum, seperti sains, keteknikan dan ilmu-ilmu terapan.’’.

Program-program tersebut dibuat dengan memperhatikan tuntutan dan tantangan zaman, bukan saja era industri 4.0 dan industri 5.0. Maka, segala sumberdaya ingin kita gerakkan untuk membangun Universitas Laa Roiba. Visi misinya: menjadi perguruan tinggi unggul yang maju, modern, berdaya saing, berwasawan kebangsaan dan global, sehingga melek dan mampu tampil sebagai pemain penting dalam semua panggung kehiduoan. Baik tingkat lokal, wilayah, nasional dan bahkan internasional. ‘’Mohon do’a dan partisipasinya sehingga cita-cita itu dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama,’’ harap Ery Subaery Ahmad.

Kepada para Wisudawan, Rektor Yanti berpesan agar para alumni tidak berhenti belajar, menuntut ilmu. Wisuda merupakan satu pertanda tuntasnya studi secara formal di lembaga pendidikan. Namun. Tambahnya, sejatinya, wisuda bukanlah purna tugas bagi kita semua untuk berhenti belajar. Sebaliknya, ilmu Anda dapatkan di kampus ini akan menjadi kompetensi awal dalam menyelesaikan pekerjaan di dunia nyata, sekaligus modal dasar untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin komplek ke depan.

“Bagi Muslim, belajar adalah proses panjang dan berkelanjutan sepanjang hayat untuk ibadah dan meraih ridlo Allah SWT. Sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW: menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim dari buaian sampai liang lahat.”

“Hari ini Anda semua melengkapi sekian kompetensi anda sebagai seorang sarjana dan pascasarjana. Selanjutnya, Anda harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas anda sampai akhir hayat nanti sehingga anda mempunyai Curriculum Vitae yang indah. Sehingga tatkala meninggal nanti seperti gajah meninggalkan gading, seperti orang alim melahirkan amal sholeh dan maslahah. ‘’Tatkala kita meninggalkan dunia yang fana, kita masih dikenang dengan nama baik yang terjejak dalam Curriculum Vitae,’’ harapnya.[DJ]

Prof Mahmud MSi: IAI-N Laa Roiba Terbaik III di Kopertais Jabar-Banten
IAI-N Laa Roiba Tuan Rumah Seminar Islam Rahmatan Lil 'Alamin