Enam Proposal Riset Tebaik IAI-N Laa Roiba 2019

Pimpinan IAI-N Laa Roiba dari kanan ke kiri: Prof Nanat Fatah Nasir (Ketua Yayasan), Yanti Hasbian Setiawati (Rektor), Prof Imam Tolkhah (Warek I) dan Prof Qowaid (Warek II).

Bogor, Laa Roiba — Setelah melalui penilaian dengan sistem double blind (identitas peneliti dan atribusi lembaga disembunyikan), Tim Evaluator Riset IAI-N Laa Roiba akhirnya mendapatkan enam proposal riset dengan skor akumulatif tertinggi. ”Ini momentum bagi civitas akademika IAI-N Laa Roiba memasuki babak baru tradisi ilmiah di kampus,” kata Rektor IAI-N Laa Roiba, Yanti Hasbian Setiawati di Bogor, Ahad (20/10) malam.
Sistem penilaian double blind, menurut Rektor IAI-N Laa Roiba, sengaja dilakukan untuk menjaga obyektivitas dan netralitas penilaian. ”Jadi yang kami nilai adalah subtansi proposal risetnya berdasarkan kriteria penilaian standar riset ilmiah, bukan orang dan lembaga pengusulnya. In sha Allah tak ada preferensi maupun subyektivitas dari Tim Evaluator,” jelasnya
Melalui Rapat Terbatas yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Prof Dr Nanat Fatah Nasir, Rektor Yanti Hasbian Setiawati, Wakil Rektor I Prof Imam Tholkhah dan Prof Qowaid di Kampus Cibinong, Sabtu (19/10), Tim Evaluator Riset 2019 memutuskan enam proposal riset dengan nilai terbaik sebagai berikut:

  1. Pengaruh Utang LN terhadap Perekonomian dan Kemiskinan: Studi Komparasi Antarezim Anggaran Indonesia.
    Pproposal diajukan oleh Dedi Junaedi dan Faisal dari Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, mendapat Skor 427
  2. Pengaruh Kepemimpinan Kharismatik terhadap Kompetensi Profesional Dosen Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 (Studi Kasus Universitas Islam Al Ihya Kuningan Jawa Barat). Prposal diajukan oleh
    Yanti Hasbian Setiawati, Nurul Hamidah, dan Saepudin dari Fakultas Tarbiyah mendapat skor 427
  3. Pengaruh Stabilitas Fiskal Moneter terhadap Perekonomian Indonesia: Studi Komparasi Antarezim Anggaran.
    Proposal diajukan oleh Rio Kartika (dari Fakultas Tarbiyah) dan Evinovita
    (dari Fakultas Syariah) mendapat skor 415
  4. Penggunaan Media Cyberspace untuk Aplikasi E-Learning di PT (Persepsi Mahasiswa dan Dosen IAI-N Laa Roiba). Proposal diajukan oleh
    Farah Chalida Hanoum (Fakultas Syariah), Mia Hermaliana (Fakultas Syariah), dan Siti Aminah
    (Fakultas Tarbiyah) mendapat skor 414
  5. Perbandingan Keberlanjutan Bisnis Retail Minimarket Modern dan Retail Tradisional Warung di Jawa Barat. Proposal diajukan oleh
    Efrita Norman (Pascasarjana IAI-N Laa Roiba), Riris Aishah Prasetyowati (Pascasarjana UIN Jakarta), Yudhi Permana (Fakultas Tarbiayah) mendapat skor 407
  6. Kaidah Ushul Fiqih untuk Istinbath Hukum Elonomi Islam
    . Proposal diajukan oleh Moh Romli dan Sholikul Hadi
    (keduanya dari Fakultas Tarbiyah) mendapat skor 406.

”Enam proposal terpilih setelah melalui penilaian dengan kriteria antara lain ketepatan waktu deadline, urgensi dan aktualitas tema riset, serta kualitas proposal riset,” ungkap Prof Dr Imam Tholkhah, Wakil Rektor I IAI-N Laa Roiba.

Wakil Rektor II, Prof Dr Qowaid, menambahkan: ”penilain kualitas proposal riset meliputi aspek sistematika, metodologi penelitian, kekayaan leteratur, dan penggunakan kaidah bahasa Ilmiah.”

Sampai batas akhir pengajuan proposal, jelas Warek II, ada 14 tim yang mendaftar. Ada 13 di antaranya sudah mengajukan proposal penelitian. Ke-13 proposal yang masuk itulah yang dinilai Tim Evaluator.

”Atasnama institusi kami menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan tim yang telah berpartisipasi dalam seleksi proposal roset IAI-N Laa Roiba 2019. Selamat dan sukses kepada enam proposal terpilih. Semoga risetnya berjalan baik dan lancar mengikuti tahapan riset yang telah dicacangkan LPPM,” ungkap Rektor Yanti Hasbian.

Kepada tujuh proposal lainnya, Rektor IAI-N Laa Roiba berharap tetap melanjutkan proses risetnya secara mandiri hingga menghasilkan publikasi hasil riset yang siap masuk jurnal ilmiah. ”Setelah menjadi naskah siap masuk jurnal, in sha Allah, institusi akan memberi insentif publikasi kepada mereka, di luar enam proposal terpilih.”

Kepada enam proposal terpilih, sebagaimana telah disebutkan dalam sosialisasi program LPPM 2019 (21-23 September), akan diberikan dana insentif penelitian sekitar 2,5 juta per proposal. Dana insetif akan diberikan dalam dua termin. Yakni sebelum pelaksanaan (setelah proposal dinyatakan lolos melalui SK Rektor dan setelah menyampaikan hasil penelitian dalam bentuk laporan sahil penelitian dan paper ilmiah siap masuk jurnal ber-ISSN.

Rektor IAI-N Laa Roiba berharap, proses seleksi proposal riset dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas riset para dosen. ”Penelitian menjadi bagian penting dari aktivitas Tri Dharma Perguruan Tunggi selain pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

TENGGAT WAKTU AGENDA RISET IAI-N LAA ROIBA 2019

SOSIALISASI PROGRAM                                                    21-23 SEPTEMBER 2019

PENGAJUAN PROPOSAL                                                    23 SEPTEMBER – 15 OKTOBER 2019

SELEKSI PROPOSAL                                                           15 – 20 OKTOBER 2019

PENGUMUMAN PROPOSAL TERPILIH                              20 OKTOBER 2019

PELAKSANAAN PENELITIAN                                             20 OKTOBER – 15 DESEMBER 2019

PENYAMPAIAN LAPORAN DAN MAKALAH JURNAL             15-20 DESEMBER 2019

PEMUATAN JURNAL                                                          DESEMBER 2019 – MARET 2020

(dj)

LPPM Update
PSKL-LPPM Laa Roiba Lakukan Penghijauan Hutan Cigudeg