Dr Imas KR: Hidup Kita Sebentar, Maksimalkan Ikhtiar Raih Tiket Bertemu Allah di Surga!

Bogor, Laa Roiba — Hidup kita di semesta ini sebentar. “Mari kita taklukan waktu dengan ikhtiar maksimal, mengisinya dengan sesuatu yang bermakna. Satu tiket yang menjadi penghantar kita menghadap Allah SWT di surga,” ungkap Dr Hj Imas Kania Rahman, konselor Universitas Ibnu Khaldun.
Dalam acara Webinar  Akademik IAI-N Laa Roiba Bogor, pengembang  konsep Bimbingan dan Konseling Islami dengan pendekatan Gestalt Profetik (G-Pro)  ini menjelaskan urgensi dan peran penting pembimbing akademik dalam membina anak-anak bimbingnya.
Menurut Dr Imas, yang pertama kali dilakukan seorang PA adalah memetakan konsep diri anak-anak ideologisnya. Ada yang positif ada yang negatif. Semuanya perlu diarahkan  agar lebih baik. Minimal dalam asepk sehat, matang dan mandiri.
Dalam psikologi, jelas Imas  anak-anak yang pada dirinya ditemukan konsep negqtif disebut mahasiswa kasus prokrastinasi. Mereka adalah mahasiswa yang kesulitan dalam merencanakan, mengoptimalkan, dan menuntaskan bidang akademiknya.
Ciri umum yang melekat pada mahasiswa ini adalah terbiasa menunda tugas, terlambat hadir di kelas, memilih aktivitas lain daripada mengikuti pembelajaran di kelas, membolos, nilai akademik di bawah standar, terancam DO, dll. Menurutnya,
Aspek psikologis yang lemah pada mahasiswa kasus prokrastinasi akademik di antaranya aspek religiusitas dan regulasi diri.
Maka, PA dan atau konselor BK  untuk meningkatkan religiusitas dan regulasi diri mahasiswa. Peningkatan pada aspek religiusitas dan regulasi diri pada mahasiswa prokrastinasi berimplikasi pada penurunan tingkat prokrastinasi akademik dan melahirkan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab . dalam bidang akademik.
Targetnya, kata Imas,  mereka menemukan identitas diri dan harga diri sehingga dapat mengambil peran berharga dalam carur sukses. Sukses diri, sukses sosial, sukses akademik dan sukses karirnya.


Sudah barang tentu, anak-anak bimbing punya karakter dan kebutuhan berbeda. Maka, jadilah pembing yang responsif terhadap mereka. Awalnya, mungkin cukup menjadi pendengar yang baik; kemudian menjadi orang yang dipercaya, sampai akhirnya menjadi role model yang bisa diteladani mereka dunia akhirat.
Bimbingan dan arahan PA bisa jadi tidak semuanya berhasil. Tapi  setidaknya berusahalah maksimal mengemban tugas mulia. Kewajiban kita membimbing mereka agar dapat hidayah dari Allah. “Upaya kita, bimbingan yang lillahi ta’alla, in  sha Allah itulah mungkin yang akan akan menjati tiket bertemu Allah dan  menuju surga-Nya,” tegasnya.
Webinar Pembekalan Bimbingan dan Konseling PA dilakukan bersamaan dengan sosialisasi Sistem Layanan  Akademik IAI-N Laa Roiba dalam menghadapi era perkuliahan daring masa pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Rektor IAI-N Laa Roiba Yanti Hasbian Setiawati, dilanjut sambutan dari Kerua Yayasan Prof Nanat Fatah Nasir. Kerua LPJM Ahmad Riyadi menyampaikan sosialiasi layanan sisca.laaroiba.ac.id dengan moderator Dr Amie Primarni.
Sekitar 41 dosen prgram S-1 dan  S-2 ikut hadir menyimak secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting mulai pukul 14-16.30 WIB. Ikut hadir para dekan, direktur, para kaprodi dan kelembagan lingkup IAI-N Laa Roiba Bogor.[DJ]

Dosen IAI-N Laa Roiba Juara 3 Kompetisi Penelitian Inovasi Investasi Keuangan Haji 2020
Alhamdulillah, Jurnal IAI-N Laa Roiba Mulai Disitasi Jurnal Internasional