Dari Webinar Pasca Laa Roiba, Prof Abudin: Karya Ilmiah Harus Novelty dan Beradab!

Bogor, Laa Roiba — Agar bergema, karya ilmiah harus mengandung novelty dan inovasi. Selain itu, karya ilmiah harus ditulis dengan adab dan etika agar dipercaya, kata Prof Dr Abudin Nata di Bogor, Jumat (15/5).
Berbicara selaku narasumber Webinar Program Pascasarjana IAI-N Laa Roiba Bertema “Urgensi dan Kontribusi Karya Ilmiah Membangun Budaya Intelektual”, Prof Abudin menyatakan tradisi
menulis karya ilmiah harus terus didorong agar berkembang. Selan skripsi, tesis, disertasi, karya ilmiah juga meliputi artikel untuk Jurnal Ilmiah, buku referensi dan sebagainya. “Semua itu sebagai lambang kemajuan suatu bangsa, karena dari karya ilmiah itu dapat dihasilkan teori, konsep, disain, inovasi, novelty dan sebagainya bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.
Agar bermanfaat serta tidak menimbulkan fitnah dan provokasi, lanjut Gurubesar Filsafat Pendidikan UIN Jakarta, karya ilmiah itu perlu disusun dengan memperhatikan etika dan adab dalam penulisannya.


Etika dan adab hendaknya bukan hanya ditujukan bagi pengaturan tentang cara pengutipan, cara perizinan, dan penyebutan nama, tetapi juga harus mendukung kemajuan umat, bangsa dan negara serta menjaga kesatuan NKRI. Antara lain dengan mengembangkan paham pluralis, inklusif, multikultural, dan wasathiyah. Yaitu paham agama yang tawazun, takaarum, taraahum, tawathun, ta’awun, syura, i’tidal, dan sebagainya.
Prof Abudin menjelaskan, al-Qur’an, al-Hadis, ajaran tasawuf dan akhlak dalam Islam amat kaya untuk diterapkan dalam membangun etika dan adab penulisan karya ilmiah. Dengan berpedoman pada sumber ajaran Islam, maka akan dihasilkan etika dan adab penulisan karya ilmiah yang Qur’ani, yaitu karya ilmiah yang ma’rufa (baik), sadida (benar), baligha (baik susunan bahasanyanya), karima (mulia), maysuura, (lembut), adzima (berkualitas) layyinan (santun), dan tsaqila (tegas). “Dengan demikian. Mematuhi etika dan adab penulisan karya ilmiah merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama,” tegasnya.
Dimoderatori Dr Amie Primarni (Kaprodi PAI Pascasarjana IAI-N Laa Roiba), Webinar juga menampilkan narasumber Prof Dr Imam Tholkhah M.Lit dengan bahasan urgensi kaya ilmiah bagi masyarakat kampus.
Warek I IAI-N Laa Roiba ini menjelaskan karya ilmiah sangat urgent karena mencerminkan kapasitas dan kualifikasi kompetensi ilmiah penulis dan komunitasnya. Selain sebagai dokumen ilmiah, karya ilmiah adalah instrumen pembelajaran taha akhir dalam memgembangkan kompetensi ilmiah secara formal, indikator kompetensi keilmuan penulisnya, ajang aktualisasi serta untuk untuk instrumen evaluasi potensi diri.
Webinar hasil kolaborasi Pasca-LPPM, menurut Direktur Pascasarjana Dr H M Jaenudin, diikuti oleh 119 peserta yang berinteraksi online. Mereka dari mahasiswa pasca, dosen, alumni, dan umum.
“Alhamdulillah acaranya lancar dan sukses. Sangat menarik yang dibahas. Semoga dapat lahir para penulis produktif dari kampus ini,” ungkap Rektor Hj Yanti Hasbian Setiawati.
“Terima kasih buat para narasumber hebat. Sukses dan semoga membawa keberkahan bagi kita semua. Maju dan berjayalah Laa Roiba,” tambah Hj Wiwi Uswatiyah dari pihak yayasan.[DJ]

Urgensi Pendidikan Holistik
Brosur S1 & S2 IAI-N Laa Roiba Bogor